Banyak diantara kita menyepelekan penyakit diare , padahal diare adapah penyakit yang berbahaya bagi anak. Bahkan menurut World Health Organization (WHO) , pada 2017 diare menempati posisi kedua sebagai penyebab kematian anak di bawah usia lima tahun dan membunuh sekitar 780.000 anak setiap tahunnya.

Lalu, apa penyebab anak yang mengalami diare bisa berkaibat pada krmatian ?, penyebab utamanya tidak lain adalah kekurangan cairan atau dehidrasi berat.

dr. Amalia Sari mengatakan, saat terjadi diare, tubuh anak akan kehilangan cairan kalau tidak diimbangi dengan memasukkan cairan yang cukup, maka anak akan mengalami dehidrasi. ” Nah, dehidrasi berat inilah yang dapat menimbulkan stres pada jantung dan paru serta terjadinya syok yang membahayakan nyawa si anak.” terangnya.

dr Amalia juga mengatakan, untuk menghindari anak terkena dehidrasi berat, anak harus tetap diberikan ASI, susu formula, atau makanan yang dikonsumsi anak dengan memperbanyak jumlah air atau susu yang diminum. “Orang tua juga bisa memberikan larutan gula-garam atau oralit untuk menggantikan elektrolit yang hilang,” tambahnya.

Baca Juga :  Awas..!! Ada 4 Cara Penularan HIV Paling Rentan

Selain itu, Diare juga berkaitan erat dengan kebersihan diri dan lingkungan. “Diare ini dapat ditularkan dari makanan atau minuman yang terkontaminasi, dari orang ke orang, atau akibat kebersihan diri yang kurang, jadi sebaiknya jaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Sementara untuk mencegahnya menurut dr Amalia, sebenarnya sangat mudah, yakni dengan mengonsumsi air bersih dan meningkatkan kebersihan diri, salah satunya dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. “Jadi, pastikan anak Anda selalu menjaga kebersihan tangannya,” Pungkas dr Amalia.(Tim Media RSI Hasanah)

Leave a Comment